Untuk Pria : Memakai Celana Ketat Dapat Menurunkan Kualitas Sperma

Untuk Pria : Memakai Celana Ketat Dapat Menurunkan Kualitas Sperma – Akan bertambah lengkap kebahagiaan pasangan suami istri, jika hadir buah hati dari perkawinannya. Apalagi jika memiliki anak yang sehat, lucu dan juga cerdas, tentu sangat menggembirakan sekali. Memang… setelah pria dan wanita memutuskan untuk menikah, biasanya ingin segera memiliki anak. Namun, tidak semua pasangan suami istri bisa segera memiliki anak. Kadang, sudah bertahun tahun menikah dan sudah lama menunggu, belum ada tanda tanda bahwa istri akan hamil. Pasangan suami istri yang lama menikah namun belum juga memiliki anak, tidak selalu karena istrinya yang mandul.

Untuk beberapa kasus, bisa juga karena dari suami. Bisa saja sel sperma suami yang kurang subur dan gagal membuahi sel telur wanita. Dengan demikian, mengapa istri belum juga hamil ada banyak hal yang menjadi faktor penyebabnya. Apabila dari pihak suami, biasanya karena kualitas sperma pria menurun. Sperma Suami yang tidak subur bisa di sebabkan karena pola hidup tidak sehat seperti pola makan yang tidak sehat, karena kurang tidur, suami seorang perokok, atau karena kebiasaan suami mengenakan celana terlalu ketat.

Celana Ketat Dapat Menurunkan Kualitas Sperma

Dari satu penelitian yang di lakukan untuk mempelajari apakah ada kaitannya antara kualitas sperma pria dengan jenis celana yang di kenakan oleh pria tersebut, ternyata menunjukkan hasil yang mencengangkan. Penelitian tentang kaitan antara Kualitas Sperma dan celana ini telah dihelat oleh Erasmus MC University Medical Centre. Hasilnya adalah bahwa celana pria yang terlalu ketat bisa medatangkan dampak buruk pada daya gerak sperma. Selain itu, hasil penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa untuk etnis pria yang memiliki kualitas sperma terbaik adalah pria pria dari Skotlandia.

Hal ini di karenakan bahwa, para pria Skotlandia sering kali memakai pakaian lokal bernama yang bernama kilt (yaitu rok tradisional untuk pria yang bermotifkan kotak-kotak). Ternyata, pakaian lokal berupa rok ini disinyalir bisa membuat organ reproduksi para pria yang berasal dari Skotlandia lebih baik jika di bandingkan dengan pria yang sering mengenakan celana ketat.

Masih mengenai hasil penelitian, pria yang sering mengenakan celana terlalu ketat pada organ intimnya akan sering mengalamai¬† “kepanasan”. Masalah inilah yang akhirnya menyebabkan kualitas sperma pria menurun dan buruk.

Agar memiliki kualitas sperma yang bagus, seorang pria memang tidak harus mengenakan kilt seperti yang di lakukan oleh pria pria dari Skotlandia  Akan tetapi, sebaiknya juga tepat dalam memilih celana dan tidak mengenakan celana yang terlalu ketat. Tujuannya agar kulit di sekitar organ intim bisa bernafas secara leluasa.

Selain itu, pria juga dianjurkan untuk menjaga suhu yang ada sekitar area testis agar lebih rendah tiga derajat celcius dari suhu tubuh. Apabila suhu di area testis terlalu panas akan mempengaruh tingkat kesuburan pada sperma pria.

Bukan hanya karena memakai celana yang terlalu ketat saja yang bisa berdampak pada menurunnya kualitas sprema, melainkan juga pada celana dalam yang di kenakan. Sebab, memakai celana dalam yang terlalu ketat akan membuat suhu yang ada di sekitar testis akan naik menjadi sekitar 3,5 derajat celcius.

CaraBaruku.Com © 2015 . counter